everything

Like this Blog yaa...!!!

My Great Web page

Rabu, 20 Maret 2013

APA KABAR CINTA SMAKU???


MASIHKAH KAMU INGAT JEMARIKU YANG PERNAH BERSATU DENGAN JEMARIMU

Apa kabar cinta SMAku???? Apa kamu baik-baik saja disana? Apa kamu bahagia dengan segala pelik dan liku kehidupan ini??? Aku yang tiba-tiba saja teringat kamu dan juga kenangan itu. Bolehkah aku hanya sekedar menulis setiap indahnya kenangan dan pahitnya segala peristiwa yang terjadi antara kau dan aku? Bolehkah aku menggambarkan bagaimana romansa kita dahulu. Ah rasanya terlalu lebay jika harus diungkapkan. Namun, sekeras apapun tanyaku, aku takkan pernah menemukan jawaban itu terlebih darimu, cinta semasa SMAku.

Saat ini entah apa yang sedang kau lakukan? Dimana? Dan dengan siapa? Aku tak tahu soal itu. Sejak aku memutuskan hal itu, hingga kini aku tak tahu lagi bagaimana dengan segalanya tentangmu. Apakah kamu masih saja terlihat lugu seperti dulu? Apakah kamu masih dengan dirimu yang senantiasa menundukkan kepala ketika kamu berada di sekeliling orang? Dan apakah kamu masih suka malu-malu atas segudang bakat yang ada padamu? Apakah kamu masih dengan senyum paling kece itu? Masihkah kamu menjadi idola para perempuan di sekitarmu?? Aku tak tahu, karena semenjak itu dunia berubah antara kamu dan aku. Sekarang kita terpisah jarak dan waktu.

Aku masih teramat ingat, ketika pulpen menjadi awal alas an kedekatan kita. Sesederhana itu perasaan ini mengalir begitu saja, menembus sekat-sekat jantungku. Mengkoyak hati dan pikiranku. Pada akhirnya menggoyahkan kerasnya perasaanmu. Dan demi Tuhan, waktu kala itu mempersatukanmu denganku dalam ikatan yang terhitung amat singkat dan cepat. Tapi ketahuilah, bahkan sampai saat ini sorot mata sipitmu masih jelas dan melekat diingatan otakku. Tiada senyum terindah yang kece badai yang dapat menggantikan senyummu itu.

Masihkah kamu ingat bahwasana telapak kita pernah bersatu? Jemariku dan jemarimu menyatu diantara sekat-sekatnya. Seolah engkau mengajariku percaya akan kekuatan cinta kita. Tatapan mata sayumu melambai-lambai disetiap memori otakku. Terus berputar-putar setiap harinya. Tepukan tangan dipundakmu, dipojok kelas itu masih membekas rapi dipunggungku. Menguatkanku hingga saat ini. Dan senyummu lagi-lagi menjadi alas an aku untuk selalu mengingat sosokmu.

Duhai lelaki bermata sipit dengan senyum kece badai, apakah suaramu juga masih semerdu dahulu? Hingga kau getarkan setiap labirin di hatiku. Menembus hingga cabang-cabang pembuluh darah di sekujur tubuh mungilku. Kamu mungkin bukan sosok yang bisa berada disampingku hingga detik ini. Tapi kamu cukup fenomenal di hatiku, dan bahkan sosokmu masih spesial di suatu sudut terpencl di hatiku. Lantunan suara merdumu masih terekam jelas dalam pita hatiku, selalu. Setiap kata dan syair lagu yang kau tujukan untukku akan selalu kusimpan diantara memori aku dan kamu. Bahkan ingatan tentangmu akan pembelaan akan diriku di hadapan sosok lain itu masih dan sangat jelas tertancap di hatiku. Walaupun kala itu kamu yang terlalu lelah mempertahankaku, namun setidaknya kamu memberikan pelajaran abadi untukku akan makna cinta.

Dear cinta SMAku, tadi sore aku baru saja menemukan akun jejaring sosialmu. Dan aku lihat sepertinya kamu telah banyak berubah. Apakah semua itu karenaku dulu? Apakah semua itu karena pengalamanmu bersamaku kala SMA itu? Tapi sepertinya kamu bahagia disana, aku tahu itu karena aku bisa melihat dari foto yang terpampang di sosmed itu. Kamu dan dia. Ya, semoga kalian berbahagia. Seperti apapun keadanmu denganku saat ini, ketahuilah bahwa aku takpernah melupakanmu. Dan aku cukup tahu bahwa mata sipit itu baik-baik saja masih dengan senyum kece badainya. Semoga kamu masih mengingat tentang jemarimu dan jemariku yang pernah bersatu. Tentang bekas tepukan tanganmu di pundakku. Dan segala hal yang telah terukir kala itu. Aku masih menyimpannya rapat dalam memori dan sekat hatiku. Baik-baik di sana Cinta SMAku. /eFel/